Four Cara Agar Bisnis Tetap Bertahan Selama Pandemi Corona Covid

Bisnis untuk mahasiswa yang dari dulu sampai sekarang tetap diminati adalah tutor di tempat les. Bisa dibilang ini merupakan pekerjaan sampingan banyak mahasiswa, apalagi buat yang sudah tingkat akhir. Karena ilmunya sudah banyak, kamu tentu bisa mengajarkan pelajaran anak SD hingga SMA, sesuai dengan jurusan yang kamu tempuh. Beberapa layanan yang tidak terlalu esensial mereka tutup untuk bisa mengerahkan kekuatan pada bisnis-bisnis yang esensial di masa pandemi. Adapun karyawan Gojek yang terdampak PHK mayoritas berasal dari dua layanan Gojek yang terpaksa tutup, yaitu GoLife dan GoFoodFestival.

Penting untuk diingat, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah bila sedang tidak sehat, apalagi jika kamu mengalami gejala COVID-19, seperti demam, batuk, sesak napas, pilek, atau sakit tenggorokan. Dengan begitu, kamu juga akan melindungi orang lain dari risiko terpapar virus Corona. Bila kamu harus berbelanja membeli bahan makanan, kemungkinan kamu akan bertemu dengan banyak orang. Tidak ada kata lain, kita harus menjaga pola hidup sehat, dimulai dari diri sendiri.

Menu katering juga bisa disesuaikan untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi konsumen setiap harinya sehingga konsumen tidak perlu menghabiskan waktu lagi untuk memilih makanan yang sehat untuk mereka. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial. Itu tadi ketujuh ide bisnis yang bisa Anda implementasikan di tahun 2021.

Makanan dan minuman yang banyak diminiati di masa pandami

Tidak ketinggalan produk smartphone dan tablet beserta perlengkapannya seperti tripod untuk ponsel, kabel information, dan powerbank pun laris manis. Tinggal di rumah terlalu lama tentunya membuat banyak orang jenuh dan membutuhkan hiburan serta alat komunikasi. Oleh karenanya, alat gaming pun banyak diburu dan harganya mengalami kenaikan. Sedangkan produk industri kecil menengah, sebanyak 44% masyarakat Indonesia masih membeli selama pandemi. Dibandingkan sebelum pandemi, sempat mengalami penurunan 10% namun masih memegang porsi tertinggi bersama dengan industri mikro . Tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan mendorong Kalyani untuk terus mengembangkan produknya dengan meningkatkan kualitas produk dan tetap membangun hubungan dengan pelanggan.

Sementara pada pasar dalam negeri, diprediksi akan mengalami peningkatan khsususnya pada pasar retail dan on-line. “Mengingat pada masa pandemi, banyak konsumen mulai beralih ke produk able to prepare dinner dan able to eat, yang banyak dijual di pasar retail dan online,” imbuh Supriadi. Karenanya, meskipun pada tahun ini bisnis makanan beku akan tetap mengalami peningkatan, namun tidak akan setinggi pada tahun 2020.